Senin, 01 Agustus 2016

Bacaan ta’awudz, al fatihah, ta'min, dan ayat-ayat

Bacaan ta'awudz

#pertama

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“aku berlindung dari godaan syaithon yang terkutuk” (QS. an-Nahl 98, HR. Bukhori 6115, muslim 2610 dari Sulaiman bin Surad)

#kedua

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ
“Aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, dari syaithon yang terkutuk, dan dari godaannya, dan dari hembusannya, dan dari kegilaanya”(HR. Ahmad 11473, Abu daud 775, Tirmidzi 242, dari Abu Said)

Surat al-fatihah

#pertama dan satu-satunya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

Tips:
Adapun bagi yang mau memperbanyak variasi dalam surat al-fatihah, bisa mengambil solusi dengan membacanya dengan metode selain Qiraah Hafsh. Contohnya; membacanya dengan metode Qiraah warsh, qolun, hamzah, kholaf atau lainnya

Bacaan ta’min

#pertama dan satu-satunya
آمِينَ
“ya Allah kabulkanlah do’aku” (HR. Bukhori 782, Muslim 415 dari Abu Hurairah)

Bacaan surat non al-fatihah

# pertama hingga yang terakhir

Bacaan setelah al-fatihah tentunya merupakan yang terbanyak pilihannya. 113 surat dan ribuan ayat lainnya , jelas bukan merupakan alasan untuk mengatakan "kita bosan dengan bacaan yang itu-itu aja..".

Jadi, selamat berimprovisasi dengan apa yang anda miliki dari hafalan qur'anmu. Baik yang sudah dimiliki sekarang ataupun nantinya

Do’a dan dzikir yang bisa dibaca dalam rukuk dan sujud

#pertama

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
“maha suci, maha bersih, tuhannya para malaikat, dan jibril” (HR. Muslim 487 dari Aisyah)

#kedua

سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“maha cuci engkau ya Allah. Dan dengan memujimu. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali engkau” (HR. Muslim 485 dari Aisyah)

#ketiga

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“maha suci engkau ya Allah, tuhan kami. Dan dengan memujimu ya Allah ampunilah diriku” (HR. Bukhori 794, Muslim 484 dari Aisyah)

#keempat

سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
“maha suci bagi (Allah) sang pemilik kekuasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan " (HR. Nasa’I 1132, Abu Daud 873  dari Auf bin Malik)

Do’a dan dzikir khusus dalam rukuk

#pertama

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيم
“maha suci rabbku yang maha agung”(HR. Muslim 772 dari Hudzaifah)

#kedua

اللهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِي، وَبَصَرِي، وَمُخِّي، وَعَظْمِي، وَعَصَبِي
“Ya Allah bagimulah aku rukuk, dan denganmulah aku beriman, dan untukmulah aku berserah diri, telah tunduk kepadamu pendengaranku, pengelihatanku, otakkku, tulangku, syarafku” (HR. Muslim 771dari Ali bin Abu Tholib)

#ketiga

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ أَنْتَ رَبِّي، خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي، وَلَحْمِي وَدَمِي، وَمُخِّي وَعَصَبِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“ya Allah kepadamulah aku rukuk, dan denganmulah aku beriman, dan untukmulah aku berserah diri, dan kepadamulah aku bertawakal. Engkaulah tuhanku. telah tunduk pendengaranku, pengelihatanku, dagingku, darahku, otakku, syarafku (HR. an-Nasa’i 1052 dari Muhammad bin Maslamah)

Bacaan ketika mengangkat tubuh dari rukuk


#pertama

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Allah mendengar bagi orang-orang yang memujinya”(HR. Bukhori, Muslim dari Anas bin Malik, Abu hurairah, Ibnu Umar, Rifa’ah bin Rafi’, Aisyah, Bara’ bin Azib, Malik bin Huwairits, Wail bin Hujair, Abu Musa, Ibnu Abu Aufa, hudzaifah)

#kedua (khusus makmum)

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ
“wahai tuhan kami, dan  bagimulah segala puji” (HR. Bukhori 689, Muslim 411 dari Anas bin Malik)

#ketiga (khusus makmum)

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
“Ya Allah. Ya tuhan kami, bagimulah segala puji” (HR. Bukhori 796, Muslim 409 dari Abu Hurairah)

Bacaan dalam I’tidal

#pertama

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
“Ya tuhan kami, bagimulah segala puji” (HR. Bukhori 789 dari Abu Hurairah)

#kedua

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
“Ya tuhan kami, dan bagimulah segala puji” (HR. Bukhori 803, Muslim 392 dari Abu hurairah)

#ketiga

اللهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
“Ya Allah. Ya tuhan kami, dan bagimulah segala puji” (HR. Bukhori 795 dari Abu Hurairah)

#keempat

لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ
“untuk tuhankulah segala puji, untuk tuhankulah segala puji”  (HR. Ahmad 23375, Nasa’i 1069 dari Hudzaifah bin Yaman)

#kelima

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Ya tuhan kami, bagimulah segala puji dengan sebenar-benarnya pujian, sebanyak-banyaknya, sebaik-baiknya, ” (HR. Bukhori 799 dari Rifaah bin Rafi’)

#keenam

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ، وَمِلْءَ الْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
“Ya Allah. Ya tuhan kami, bagimulah segala puji. Sepenuh langit dan bumi Dan sepenuh apa-apa selainnya sesuai apa yang engkau kehendaki” (HR. Muslim 771 dari Ali bin Abu Tholib)

#ketujuh

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ، وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“ya Allah.Ya tuhan kami, bagimulah segala puji sepenuh langit dan bumi, sepenuh apa-apa diantaranya, Dan sepenuh apa-apa selainnya sesuai apa yang engkau kehendaki. Engkaulah yang berhak dengan sanjungan dan kemuliaan. tiada yang sanggup menghalangi apa yang engkau berikan. Dan tiada yang sanggup memberi apa yang kau halangi. Dan tiada manfaat kekayaan orang kaya darimu” (HR. Muslim 478 dari Ibnu Abbas)

#kedelapan

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ: اللهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“Ya tuhan kami, bagimulah segala puji sepenuh langit dan bumi, Dan sepenuh apa-apa selainnya sesuai apa yang engkau kehendaki. Engkaulah yang berhak dengan sanjungan dan kemuliaan. Itulah yang berhak dikatakan seorang hamba. Dan setiap diantara kami adalah seorang hamba bagimu. Ya Allah tiada yang sanggup menghalangi apa yang engkau berikan. Dan tiada yang sanggup memberi apa yang kau halangi. Dan tiada manfaat kekayaan orang kaya darimu” (HR. Muslim 477 dari  Abu Said Al-khudri)

Do’a dan dzikir khusus dalam sujud

#pertama

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
“maha suci tuhanku yang maha tinggi” (HR. Muslim 772 dari Hudzaifah)

#kedua

رَبِّ اغْفِرْ لِي مَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ
“ya tuhanku. Ampunilah aku. Baik yang kurahasiakan ataupun yang kuterang-terangkan” (HR. Ahmad 25140, an-nasa’I 1125 dari Aisyah)

#ketiga

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ
“ya Allah. Ampunilah dosaku. Baik yang kusembunyikan ataupun yang kutampakan” (HR.  an-Nasa’i 1124 dari Aisyah)

#keempat

اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ، وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
“Ya Allah. Ampunilah dosa-dosaku untukku. Semuanya. Baik yang kecil maupun yang besar. Yang pertama maupun yang terakhir. Yang nampak maupun yang samar” (HR. Muslim 483 dari Abu Hurairah)

#kelima

اللهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“ya Allah. Kuberlindung dengan ridhomu dari kemurkaanmu. Dengan maafmu dari hukumanmu, dan aku berlindung denganmu darimu. Tak sanggup kuhitung segala pujian bagimu. Engkau sebagaimana engkau memuji dirimu sendiri” (HR. Muslim 486 dari Aisyah)

#keenam

أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“aku berlindung dengan ridhomu dari kemurkaanmu. Dengan maafmu dari hukumanmu, dan aku berlindung denganmu darimu. Tak sanggup kuhitung segala pujian bagimu. Engkau sebagaimana engkau memuji dirimu sendiri” (HR. Ahmad 24312,  Tirmidzi 3493,  an-Nasa’i 169 dari  Aisyah)

#ketujuh

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“ya Allah.sesungguhnya Aku berlindung dengan ridhomu dari kemurkaanmu. Dengan maafmu dari hukumanmu, dan aku berlindung denganmu darimu. Tak sanggup kuhitung segala pujian bagimu. Engkau sebagaimana engkau memuji dirimu sendiri” (HR. Ahmad 25655, ibnu Hibban 1933, an-Nasa’i 1100 dari Aisyah)

#kedelapan

اللهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
“Ya Allah untukmulah aku bersujud. Denganmulah aku beriman. Bagimulah aku berserah diri. Telah bersujud wajahku ini kepada sang penciptanya, yang mendisainnya, yang membuka pendengarannya serta pengelihatannya. Maha suci Allah sang pencipta terbaik” (HR. Muslim 771dari Ali bin Abu Tholib)

#kesembilan

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا، وَاجْعَلْ مِنْ تَحْتِي نُورًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ يَسَارِي نُورًا، وَاجْعَلْ أَمَامِي نُورًا، وَاجْعَلْ خَلْفِي نُورًا، وَأَعْظِمْ لِي نُورًا
“ya Allah jadikanlah didalam hatiku cahaya, didalam pendengaranku cahaya, jadikanlah didalam pengelihatanku cahaya, jadikanlah dibawahku cahaya, jadikanlah diatasku cahaya, dikananku cahaya, dikiriku cahaya, jadikanlah didepanku cahaya, jadikanlah dibelakangku cahaya, dan perbesarlah bagiku cahaya” (HR. an-Nasa’i 1121 dari ibnu abbas)

#kesepuluh

اللهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ، وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ، أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي، أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَكَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا، وَالْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَلَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَمِنْ فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اللهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مَهْدِيِّينَ
“Ya Allah. Dengan pengetahuanmu dalam perkara ghoib. Dan kemampuanmu atas makhlukmu. Biarkanlah aku hidup selama engkau mengetahui bahwa kehidupan lebih baik untukku. Dan matikanlah diriku apabila engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik untukku ya Allah. Dan aku memohon kepadamu rasa takut atasmu dalam keadaan ghoib atau nyata. Dan aku memohon kepadamu perkataan yang benar disaat aku ridho ataupun marah. Dan aku memohon kepadamu kesederhanaan dikala miskin ataupun kaya. Dan aku memohon kepadamu kenikmatan dalam memandang wajahmu, dan rasa rindu untuk menjumpaimu. Dan aku berlindung denganmu dari bahaya yang membahayakan serta fitnah yang menyesatkan. Ya Allah hiasilah kami dengan perhiasan iman. Dan jadikanlah kami orang yang memberikan hidayah petunjuk bagi orang-orang yang diberi hidayah” (HR. Ahmad 18325, dari Ammar bin Yasir)

Do’a diantara dua sujud

#pertama

رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي
“ya tuhanku ampunilah aku, ya tuhanku ampunilah aku” (HR. Nasa’i 1145,  Ibnu Majah  897 dari Hudzaifah)

#kedua

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْزُقْنِي، وَارْفَعْنِي
“ya tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, muliakanlah aku, berikanlah aku rizki, tinggikanlah aku”(HR. Ibnu Majah 898, dari Ibnu Abbas)

#ketiga

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي
“ya tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, tinggikanlah aku, berikanlah aku rizki, berikanlah aku hidayah” (HR. Ahmad 2895, dari Ibnu Abbas)

#keempat

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي
“ya tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, muliakanlah aku, tinggikanlah aku, berikanlah aku rizki, berikanlah aku hidayah” (HR. Ahmad 3514, Baihaqy 2750, Tirmidzi 284 dari Ibnu Abbas)

#kelima

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي
“ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, muliakanlah aku, berikanlah aku hidayah, berikanlah aku rizki” (HR. Tirmidzi 284, dari Ibnu Abbas)

#keenam

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي
“ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkanlah aku, berikanlah aku hidayah, berikanlah aku rizki” (HR. Abu Daud 850, dari Ibnu Abbas)